Thursday, March 22, 2018

CARA MEREBUS JAMU (RAMUAN)

Sebelumnya says menjelaskan tentang pengenalan dan cara memakai jamu. Kali ini saya akan menjelaskan CARA MEREBUS RAMUAN.

Merebus ramuan atau jamu bisa dari bahan segar atau yang telah dikeringkan.  Bila bahannya besar atau tebal seperti daun yang lebar, rimpang, kulit Kayu, atau batang, dapat dipotong tipis seperlunya.
    Perebusan dilakukan dalam pot tanah/keramik atau panci email. Jangan sesekali merebus jamu dengan menggunakan panci dari bahan besi, aluminium atau kuningan. Karena dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun (toksik) atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.
    Gunakan air bersih untuk merebus, sebaiknya air murni. Bahan obat dimasukan kedalam wadah, masukan air sampai bahan obat terendam seluruhnya dan permukaan air berada 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat. Rebus dengan api yang sesuai.
    Biasanya merebus obat dimulai dengan api yang besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya, api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Tanaman obat yang mengandung racun direbus dengan api kecil dalam waktu yang lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar biasanya digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat, seperti misalnya ramuan obat influenza atau demam. Maksudnya, supaya pendidihan menjadi cepat dan penguapan yang berlebihan dari zat menguap yang merupakan komponen aktif tanaman obat dapat dicegah.

Dan masih banyak lagi cara-cara perebusan untuk ramuan.

No comments:

Post a Comment