Thursday, March 29, 2018
KUMPULAN PUSI-.SYAIR SANG PUJANGGA
Pewaris Bambu Runcing
Runcingnya bambu kini tidak setajam dahulu
Berharganyapun tidak seberharga dahulu
Runcingnya bambu kian menumpul
Berhargarnyapun kini telah hancur
Tajamnya runcing tergantung pada logika
Berharganya bambu tergantung pada nurani
Dahulu berpikir keasliannya
Sekarang pokokpun tidak murni
Dahulu kau mulya dikala memegang bambu
Sekarang engkau hina terlihatnya
Ini bukan keinginan negeri
Tapi tentang kesadaran pribadi
Warisan pahlawan kian menghilang
Lenyap karena tidak ada penghalang
Akankah sang pewaris menjadi wayang
Dan perusakpun menjadi dalang
Karya: D.Wahab.A.W
Tuesday, March 27, 2018
KUMPULAN PUISI-.SANTRI BERKARYA
Ana Uhibbu
Setiap insan memiliki rasa cinta
Hendaknya seorang lelaki terhadap wanita
Begitupun diriku
Yang memiliki rasa cinta terhadapmu
Insan tercipta dengan hawa nafsu
Sempurna dengan rasa malu
Indah nampak saat sang qolbu
Seraya berungkap, 'Anaa Uhibbu'
Karya: D.Wahab.A.W
Thursday, March 22, 2018
CARA MEREBUS JAMU (RAMUAN)
Sebelumnya says menjelaskan tentang pengenalan dan cara memakai jamu. Kali ini saya akan menjelaskan CARA MEREBUS RAMUAN.
Merebus ramuan atau jamu bisa dari bahan segar atau yang telah dikeringkan. Bila bahannya besar atau tebal seperti daun yang lebar, rimpang, kulit Kayu, atau batang, dapat dipotong tipis seperlunya.
Perebusan dilakukan dalam pot tanah/keramik atau panci email. Jangan sesekali merebus jamu dengan menggunakan panci dari bahan besi, aluminium atau kuningan. Karena dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun (toksik) atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.
Gunakan air bersih untuk merebus, sebaiknya air murni. Bahan obat dimasukan kedalam wadah, masukan air sampai bahan obat terendam seluruhnya dan permukaan air berada 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat. Rebus dengan api yang sesuai.
Biasanya merebus obat dimulai dengan api yang besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya, api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Tanaman obat yang mengandung racun direbus dengan api kecil dalam waktu yang lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar biasanya digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat, seperti misalnya ramuan obat influenza atau demam. Maksudnya, supaya pendidihan menjadi cepat dan penguapan yang berlebihan dari zat menguap yang merupakan komponen aktif tanaman obat dapat dicegah.
Dan masih banyak lagi cara-cara perebusan untuk ramuan.
Merebus ramuan atau jamu bisa dari bahan segar atau yang telah dikeringkan. Bila bahannya besar atau tebal seperti daun yang lebar, rimpang, kulit Kayu, atau batang, dapat dipotong tipis seperlunya.
Perebusan dilakukan dalam pot tanah/keramik atau panci email. Jangan sesekali merebus jamu dengan menggunakan panci dari bahan besi, aluminium atau kuningan. Karena dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun (toksik) atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.
Gunakan air bersih untuk merebus, sebaiknya air murni. Bahan obat dimasukan kedalam wadah, masukan air sampai bahan obat terendam seluruhnya dan permukaan air berada 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat. Rebus dengan api yang sesuai.
Biasanya merebus obat dimulai dengan api yang besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya, api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Tanaman obat yang mengandung racun direbus dengan api kecil dalam waktu yang lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar biasanya digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat, seperti misalnya ramuan obat influenza atau demam. Maksudnya, supaya pendidihan menjadi cepat dan penguapan yang berlebihan dari zat menguap yang merupakan komponen aktif tanaman obat dapat dicegah.
Dan masih banyak lagi cara-cara perebusan untuk ramuan.
Wednesday, March 21, 2018
OBAT HERBAL (Pengenalan Jamu)
Kali ini saya akan membahas tentang pengenalan jamu. Jamu adalah salah satu obat herbal warisan dari leluhur kita yang terbukti khasiat dan manfaatnya.
Beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam memakai maupun meracik jamu.
1) Waktu Memetik Bahan Jamu
Untuk mendapatkan bahan jamu yang terbaik dari tanaman, perlu diperhatikan saat-saat pengumpulan bahan berkhasiat.
-Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak
-Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar
-Buah dipetik dalam keadaan masak
-Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna
2) Pencucian dan Pengeringan
Bahan tanaman yang sudah dikumpulkan, segera dicuci bersih dan sebaiknya dilakukan pada air yang mengalir. Maksudnya untuk menghilangkan semua kotoran yang melekat, baik tanah, telur cacing atau yang cukup berbahaya adalah pestisida.
3) Cara Melakukan Pengeringan Bahan Jamu
Bila bahannya besar atau mengandung banyak air, dapat dipotong seperlunya. Pengeringan bahan dapat langsung dibawah sinar matahari atau memakai pelindung seperti kawat halus, sehingga pengeringan tidak terlalu cepat
www.remajasunda.com
www.remajasunda.com
Subscribe to:
Comments (Atom)